Aliansi Mahasiswa Jakarta Selatan Bersama Polres Metro Jaksel Rawat Stabilitas Sosial di Akar Rumput

Sep 2, 2026 - 18:08
 21
Aliansi Mahasiswa Jakarta Selatan Bersama Polres Metro Jaksel Rawat Stabilitas Sosial di Akar Rumput
Kapolres Metro Jakarta Selatan bersama Aliansi Mahasiswa Jaksel (Ek-LMND & PMKRI Jaksel) dan stakeholder setempat saat membagikan bantuan sembako kepada warga Kampung Pemulung Cahaya, Rabu (2/9/2026). (Foto: Dok. Istimewa)

Jakarta, merdekatimes.id – Membaca dinamika perkotaan dan tantangan sosial yang berkembang di wilayah ibu kota, kaum intelektual organik dituntut untuk konsisten menaruh perhatian serta berkontribusi nyata bagi ketenteraman masyarakat. Melalui kesadaran kolektif yang mendalam, Eksekutif Kota Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (Ek-LMND) Jakarta Selatan bersama Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Jakarta Selatan, berkolaborasi dengan Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan, bergerak turun ke basis massa guna menyalurkan bantuan sosial berupa sembako kepada warga di Kampung Pemulung Cahaya, Menteng Pulo, Setiabudi, Jakarta Selatan pada Rabu, 2 September 2026.

Agenda kemanusiaan yang dikemas ke dalam skema taktis bertajuk "GIAT JJOTS - Jaga Jakarta On The Spot" ini merupakan perwujudan langsung dari komitmen mahasiswa untuk mengawal ruang-ruang publik agar tetap kondusif. Melalui slogan #JagaJakarta, aliansi gerakan mahasiswa memandang bahwa ketertiban sosiologis dan kenyamanan kota tidak bisa dipasrahkan secara instan kepada aparat keamanan saja, melainkan harus dibangun secara bergotong-royong melalui jembatan silaturahmi yang kokoh antara mahasiswa, kepolisian, dan elemen rakyat kecil.

Ratusan paket kebutuhan pokok disalurkan secara bersila dan berhadapan langsung dengan warga yang membutuhkan. Ketua Eksekutif Kota LMND Jakarta Selatan, Edianus Alom, menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa di tengah-tengah Kampung Pemulung Cahaya adalah bentuk agitasi kultural untuk mengunggah kepedulian sosial sesama anak bangsa, sekaligus mendukung penuh jaring pengaman sosial di tingkat lokal.

"Menjaga Jakarta bukan sekadar merawat infrastruktur fisiknya, melainkan bagaimana kita memastikan bahwa kebersamaan dan rasa aman itu benar-benar mendarat di ruang keluarga masyarakat lapis bawah. Kolaborasi taktis melalui gerakan Jaga Jakarta ini adalah cara kami membuktikan bahwa mahasiswa tidak berjarak dengan rakyat dan siap bersinergi secara sehat demi terciptanya kondusivitas kota yang berkeadilan," ujar Edianus Alom di sela-sela mobilisasi pembagian bantuan.

Senada dengan hal tersebut, perwakilan dari fungsionaris PMKRI Cabang Jakarta Selatan menggarisbawahi bahwa pemuda harus menjadi pelopor dalam mempererat tali persaudaraan kebangsaan. Sinergitas lintas sektoral yang terjalin hari ini merupakan langkah konkret untuk membentengi warga Jakarta dari potensi gesekan sosial, sekaligus menginspirasi komunitas lain agar terus menghidupkan semangat saling membantu di tengah dinamika perkembangan kota.

Di sisi lain, jajaran Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan memberikan penghormatan serta apresiasi yang tinggi terhadap inisiatif progresif yang ditunjukkan oleh barisan mahasiswa ini. Pihak kepolisian menilai bahwa pola komunikasi kultural yang digagas oleh LMND dan PMKRI sangat efektif dalam menjaga stabilitas kamtibmas, meredam kerawanan sosial, serta memperkuat kemitraan strategis antara institusi penegak hukum dan elemen pemuda di wilayah Jakarta Selatan.

Setelah seluruh paket bantuan mendarat di tangan warga, agenda sosiologis ini kemudian diakhiri dengan doa bersama secara khidmat dan forum ramah tamah yang cair antara mahasiswa, jajaran kepolisian, serta masyarakat Kampung Cahaya. Melalui momentum ini, Aliansi Mahasiswa Jakarta Selatan menegaskan akan terus mengawal kota ini agar tetap aman, tertib, dan humanis melalui berbagai gerakan pengabdian masyarakat yang berkelanjutan.

Bagaiman Reaksi Kamu?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0