Enam Kandidat Teken Pakta Integritas, Kongres IX SEMMI Kedepankan Persatuan Organisasi
Jakarta - Enam calon Ketua Umum Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI) periode 2026–2029 menandatangani Pakta Integritas dalam rangkaian penyampaian visi, misi, ide, dan gagasan pada Kongres IX SEMMI. Penandatanganan tersebut menjadi komitmen bersama agar proses regenerasi kepemimpinan berlangsung demokratis, bermartabat, serta tetap mengedepankan persatuan organisasi.
Kegiatan yang diselenggarakan Steering Committee Kongres IX SEMMI itu berlangsung di Kantor Dewan Pimpinan Pusat Syarikat Islam, Jakarta, Minggu (19/7/2026). Enam kandidat yang mengikuti tahapan tersebut ialah Achmad Donny, Ahmad Chalil Gibran, Muhammad Senanatha, M. Dwi Apriyanto, Febriansyah Putra, dan Gurun Arisastra.
Penandatanganan Pakta Integritas menandai kesepakatan seluruh calon untuk mengikuti setiap tahapan kongres secara tertib, menghormati mekanisme organisasi, menjaga kondusivitas forum, serta menerima hasil pemilihan sesuai keputusan yang ditetapkan dalam Kongres IX SEMMI.
Momentum tersebut juga menjadi penegasan bahwa kontestasi pemilihan Ketua Umum PB SEMMI tidak hanya berorientasi pada perebutan kepemimpinan, tetapi menjadi ruang bagi para kandidat menyampaikan gagasan, menawarkan arah organisasi, serta menunjukkan komitmen terhadap masa depan SEMMI.
Dalam sambutannya, Ketua Umum PB SEMMI menekankan pentingnya regenerasi yang tetap menjaga semangat persatuan di tengah dinamika organisasi. Ia mengingatkan bahwa seluruh kandidat memiliki tanggung jawab yang sama untuk membangun SEMMI setelah kongres berakhir.
"Saya adalah masa lalu SEMMI, teman-teman semua adalah masa depan SEMMI. Marilah kita sukseskan kongres kali ini. Siapa pun yang terpilih, semua kandidat harus berkomitmen bersama membangun SEMMI," ungkapnya.
Pesan tersebut menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan merupakan bagian dari proses keberlanjutan organisasi. Karena itu, hasil kongres diharapkan tidak berhenti pada penetapan pemenang, tetapi mampu memperkuat konsolidasi organisasi untuk menghadapi tantangan ke depan.
Acara tersebut turut dihadiri jajaran Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam, di antaranya Ketua Bidang Serumpun Syarikat Islam Muhammad Nur, Wakil Presiden N. Syamsuddin Ch. Haesy, Wakil Presiden Ir. Agustanzil Sjahroezah, M.P.A., Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan Hilman Ismail Metareum, S.E., serta Wakil Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan Ervan Taufiq, S.E., M.E.
Dalam kesempatan itu, Muhammad Nur menyampaikan apresiasi atas penyampaian visi, misi, serta gagasan yang dipaparkan seluruh kandidat Ketua Umum PB SEMMI. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga persaudaraan selama proses kongres berlangsung maupun setelah seluruh tahapan selesai.
"Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam menyampaikan apresiasi terhadap pemaparan para kandidat Ketua Umum PB SEMMI. Jaga persatuan dan kedepankan persaudaraan," terangnya.
Kehadiran jajaran Syarikat Islam dinilai mempertegas hubungan historis antara SEMMI dan organisasi induknya. Regenerasi kepemimpinan di lingkungan SEMMI dipandang tidak terlepas dari nilai-nilai perjuangan dan sejarah panjang Syarikat Islam dalam membangun kehidupan kebangsaan.
Melalui Pakta Integritas yang ditandatangani bersama, keenam kandidat juga berkomitmen menjaga keamanan dan ketertiban selama kongres berlangsung, menghormati seluruh keputusan forum, serta mengedepankan etika organisasi dalam setiap tahapan pemilihan.
Steering Committee Kongres IX SEMMI menegaskan bahwa perbedaan pilihan dalam kontestasi merupakan bagian dari demokrasi organisasi. Namun, seluruh kader diharapkan tetap menempatkan kepentingan SEMMI di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
Panitia juga menekankan bahwa persaingan dalam pemilihan ketua umum tidak boleh mengorbankan semangat persaudaraan yang selama ini menjadi fondasi organisasi. Perbedaan pandangan dan gagasan dipandang sebagai kekuatan yang dapat memperkaya arah perjuangan SEMMI.
Mengusung tema "SEMMI Satu, Wujudkan Astacita", Kongres IX diharapkan menghasilkan Ketua Umum PB SEMMI periode 2026–2029 yang memiliki integritas, kapasitas intelektual, keberanian moral, serta kemampuan merangkul seluruh elemen organisasi.
Lebih dari sekadar memilih pemimpin baru, Kongres IX SEMMI diharapkan menjadi momentum pembuktian bahwa proses regenerasi dapat berjalan melalui kompetisi yang sehat, adu gagasan, serta penghormatan terhadap nilai-nilai demokrasi dan persaudaraan yang menjadi identitas organisasi.
Bagaiman Reaksi Kamu?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0