HMI Koorkom UNJ Audiensi dengan Mendiktisaintek, Bahas Masa Depan Pendidikan dan Kolaborasi Mahasiswa

Sep 18, 2026 - 18:48
 10
HMI Koorkom UNJ Audiensi dengan Mendiktisaintek, Bahas Masa Depan Pendidikan dan Kolaborasi Mahasiswa
Foto: (dok/istimewa)

JAKARTA, Merdekatimes.id— Himpunan Mahasiswa Islam Koordinator Komisariat Universitas Negeri Jakarta (HMI Koorkom UNJ) melakukan audiensi dengan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Republik Indonesia, Prof. Brian Yuliarto.

Pertemuan tersebut menjadi forum dialog untuk membahas sejumlah isu strategis pendidikan tinggi, mulai dari peningkatan kualitas pendidikan, penguatan kapasitas mahasiswa, perkembangan teknologi dan kecerdasan artifisial (AI), hingga peluang kolaborasi antara pemerintah dan organisasi kemahasiswaan.

Audiensi juga dimanfaatkan HMI Koorkom UNJ untuk menyampaikan gagasan serta aspirasi mahasiswa terkait tantangan pendidikan tinggi di tengah perubahan sosial, teknologi, dan kebutuhan dunia kerja yang semakin dinamis.

Ketua HMI Koorkom UNJ, Arief Fathurrachman, mengatakan mahasiswa memiliki posisi penting dalam ekosistem pendidikan tinggi sekaligus pembangunan nasional.

Menurutnya, mahasiswa tidak semestinya hanya ditempatkan sebagai penerima kebijakan, tetapi perlu diberikan ruang untuk menyampaikan gagasan, kritik, maupun alternatif solusi terhadap berbagai persoalan pendidikan.

“Mahasiswa harus terus didorong untuk tidak hanya menjadi objek dalam kebijakan pendidikan, tetapi juga mengambil peran sebagai bagian dari ekosistem yang memberikan gagasan, kritik, dan solusi. Karena itu, ruang dialog antara mahasiswa dan pemerintah menjadi penting,” ujar Arief.

Pendidikan Tinggi Perlu Merespons Perubahan Teknologi

Salah satu isu yang menjadi perhatian dalam audiensi adalah kebutuhan untuk memastikan pendidikan tinggi tetap relevan dengan perkembangan zaman.

Transformasi teknologi, perubahan karakteristik dunia kerja, serta perkembangan kecerdasan artifisial telah memunculkan kebutuhan baru terhadap kompetensi mahasiswa dan lulusan perguruan tinggi.

Dalam situasi tersebut, pendidikan tinggi dinilai tidak cukup hanya berorientasi pada pencapaian akademik. Mahasiswa juga membutuhkan kemampuan berpikir kritis, kepemimpinan, komunikasi, kolaborasi, kreativitas, serta kemampuan memahami dan merespons persoalan sosial.

HMI Koorkom UNJ memandang perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membangun ekosistem yang memungkinkan mahasiswa mengembangkan berbagai kapasitas tersebut melalui penelitian, inovasi, pengabdian kepada masyarakat, kegiatan organisasi, maupun pengembangan kepemimpinan.

Arief mengatakan organisasi kemahasiswaan dapat menjadi salah satu ruang yang melengkapi proses pendidikan formal di perguruan tinggi.

“Kampus dan organisasi mahasiswa memiliki ruang yang besar untuk saling melengkapi. Pendidikan formal memberikan fondasi akademik, sementara organisasi menjadi ruang bagi mahasiswa untuk belajar memimpin, mengelola persoalan, berdiskusi, dan berinteraksi langsung dengan masyarakat,” katanya.

Dorong Kolaborasi Pemerintah dan Organisasi Mahasiswa

Selain membahas tantangan pendidikan tinggi, audiensi tersebut turut membuka pembicaraan mengenai peluang kolaborasi antara HMI Koorkom UNJ dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Ruang kerja sama tersebut dapat diarahkan pada sejumlah bidang, seperti diskusi dan kajian kebijakan pendidikan, peningkatan kapasitas mahasiswa, literasi sains dan teknologi, pengembangan kepemimpinan, hingga kegiatan sosial dan pengabdian kepada masyarakat.

Bagi HMI Koorkom UNJ, kolaborasi antara pemerintah dan organisasi mahasiswa dapat menjadi ruang untuk mempertemukan perspektif pembuat kebijakan dengan pengalaman serta kondisi yang dihadapi mahasiswa di lingkungan perguruan tinggi.

Dialog secara langsung juga dinilai penting untuk membangun komunikasi yang lebih terbuka antara pemerintah, perguruan tinggi, dan organisasi kemahasiswaan.

“Yang paling penting dari audiensi ini adalah bagaimana komunikasi dan gagasan yang disampaikan dapat ditindaklanjuti dalam bentuk kolaborasi yang konkret dan berkelanjutan,” ujar Arief.

Mahasiswa Tidak Hanya Menjadi Pengkritik

Dalam audiensi tersebut, HMI Koorkom UNJ juga menekankan pentingnya memperkuat peran mahasiswa sebagai bagian dari kelompok intelektual muda yang memiliki tanggung jawab sosial.

Mahasiswa memiliki ruang untuk mengawal berbagai perkembangan pendidikan sekaligus memberikan kontribusi melalui kajian, penelitian, diskusi publik, advokasi, maupun kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Dalam konteks tersebut, organisasi kemahasiswaan dinilai dapat menjadi jembatan antara pengetahuan akademik dengan berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

Arief menegaskan, HMI Koorkom UNJ akan terus mendorong budaya intelektual melalui diskusi, kajian, dan advokasi sebagai bagian dari kontribusi mahasiswa terhadap persoalan pendidikan dan kebangsaan.

“Kami ingin organisasi mahasiswa menjadi ruang yang produktif. Kritik tetap penting, tetapi kritik juga harus dibarengi dengan kajian dan gagasan alternatif. Dengan begitu, mahasiswa dapat hadir bukan hanya sebagai pengkritik, tetapi juga sebagai bagian dari solusi,” tegas Arief.

Audiensi Diharapkan Berlanjut pada Agenda Konkret

HMI Koorkom UNJ berharap audiensi dengan Mendiktisaintek tidak berhenti pada pertemuan dan pertukaran gagasan, tetapi dapat dilanjutkan melalui agenda kolaborasi yang konkret dan memberikan manfaat bagi mahasiswa maupun masyarakat.

Bagi HMI Koorkom UNJ, pembangunan pendidikan nasional merupakan agenda bersama yang membutuhkan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan. Pemerintah, perguruan tinggi, mahasiswa, organisasi kepemudaan, dan masyarakat memiliki peran masing-masing dalam merespons perubahan yang berlangsung semakin cepat.

Pertemuan dengan Mendiktisaintek sekaligus menjadi bagian dari upaya HMI Koorkom UNJ untuk memperluas ruang dialog dengan pemangku kepentingan pendidikan nasional.

Melalui penguatan komunikasi, kajian, dan kolaborasi, HMI Koorkom UNJ mendorong agar mahasiswa dapat mengambil peran yang lebih substantif dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, memiliki relevansi dengan kebutuhan masyarakat, serta tetap berorientasi pada pengembangan sumber daya manusia.

Bagaiman Reaksi Kamu?

Like Like 1
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0