HMI Soroti Krisis Ekologi di Pesisir Lombok Barat: Ceceran Batu Bara Laut dan Asap PLTU Jeranjang Kepung Permukiman Warga

Sep 15, 2026 - 18:06
 2
HMI Soroti Krisis Ekologi di Pesisir Lombok Barat: Ceceran Batu Bara Laut dan Asap PLTU Jeranjang Kepung Permukiman Warga
Foto: Sugeng Ketua HMI Badko Bali Nusra Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral.(dok/istimewa)

Masyarakat di sekitar kawasan pesisir Dusun Jeranjang dan Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), kembali menyuarakan keresahan mendalam. Wilayah yang menjadi titik operasional Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jeranjang ini dikepung oleh dua ancaman pencemaran serius sekaligus: ceceran batu bara di perairan laut yang mencemari kawasan pantai serta polusi udara pekat akibat aktivitas pembakaran energi fosil tersebut.

Aktivitas bongkar muat bahan bakar batu bara yang diangkut melalui jalur laut dinilai kian mengabaikan aspek keselamatan lingkungan. Material batu bara diketahui kerap berceceran dan jatuh ke perairan saat proses pemindahan dari kapal tongkang menuju daratan. Akibatnya, bibir pantai Dusun Jeranjang yang mulanya bersih kini mengalami degradasi ekosistem.

Partikel hitam batu bara tampak mengotori pasir pantai, sementara ekosistem laut terancam akibat endapan limbah padat yang menurunkan kualitas air.

"Kami menilai ini hal krusial karena berakibat kepada para nelayan tradisional setempat mengeluhkan penurunan hasil tangkapan ikan secara drastis akibat rusaknya terumbu karang dan habitat pesisir yang terpapar limbah pencemaran". Ujar Sugeng Ketua HMI Badko Bali Nusra Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral.

Tidak hanya di sektor kelautan, ancaman nyata turut dirasakan warga pada sektor udara. Kepulan asap hitam pekat hasil operasi kegiatan pembakaran PLTU Jeranjang membumbung tinggi dan kerap mengarah langsung ke pemukiman warga. Debu sisa pembakaran dan gas buang industri ini dituding menjadi pemicu utama menurunnya kualitas udara bersih di wilayah sekitar.

Warga setempat melaporkan peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), terutama pada anak-anak dan lansia. Selain itu, debu halus batu bara yang terbawa angin kerap menempel di atap rumah, perabotan, hingga mencemari sumber air bersih sumur warga yang menjadiandalan kebutuhan sehari-hari.

"Ini persoalan serius dan kami mendesak pihak pengelola PLTU Jeranjang serta instansi terkait untuk tidak menutup mata atas dampak kerusakan lingkungan yang kian masif.

Kami menuntut adanya evaluasi menyeluruh terhadap standar operasional prosedur (SOP) pengangkutan batu bara di laut agar tidak ada lagi material yang mencemari perairan. Selain itu, pemasangan filter atau alat pengendali emisi udara yang lebih modern pada cerobong asap PLTU menjadi harga mati agar hak warga atas udara bersih dan lingkungan yang sehat dapat segera dipulihkan. Jika tidak ditanggapi serius maka kami akan gelar aksi unjuk rasa besar-besaran". Tutup Sugeng

Bagaiman Reaksi Kamu?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0